Recent Posts

Senin, 18 Mei 2015

Ingat untuk Meraih Impian, Ingat untuk Classback!

“Cabut ke kantin yuk!”, “Yeees, jam pelajarannya kosong!”, “Malem minggu besok nonton pensi ya, aku jemput jam 7”. Pemikiran-pemikiran dan perkataan tersebut pasti yang terbersit saat kita sekolah, kata orang-orang sih pengalaman di sekolah itu nggak terlupakan. Seru-seruan bareng, contek-contekan sekelas, sampai ngomongin gebetan bareng-bareng juga (rebutan gebetan). Tapi nggak sepenuhnya apa yang kita lakukan di sekolah cuma having fun, kita juga punya impian yang tinggi dan hanya kita sebagai anak muda yang bisa mewujudkan impian tinggi kita dengan cara yang seru!
Untuk yang bermimpi jadi pemain basket handal, dia masuk tim basket dan setiap pulang sekolah melakukan latihan basket agar menang di pertandingan yang akan datang. Perpustakaan yang memiliki banyak koleksi buku juga jadi tempat nongkrong favorit untuk siswa yang membutuhkan referensi baca, siapa tahu menulis buku novel atau kisah inspiratif bisa jadi masa depan mereka. Semua anak sekolah punya mimpinya masing-masing, seperti saya yang juga hobi desain dan berkreasi. Saya sangat menyukai edit foto dan video, sampai ikut kontes kreasi video bareng temen-temen yang jadi cerita kita waktu kumpul bareng sekarang.
Sebuah provider telekomunikasi di Indonesia mengadakan sebuah kontes kreasi video yang dapat diikuti secara berkelompok oleh siswa SMA. Langsung saya kontak temen-temen “gank” untuk ikut kontes ini, dan semuanya sangat tertarik karena bisa membuat video seru-seruan sebelum kita lulus. Setiap minggunya ada tema tantangan yang harus kita jawab dengan video seru, sebelum membuat video kita melakukan diskusi untuk penentuan cerita, lokasi, sampai perlengkapan. Seru banget! Bahkan saat bulan puasa tiba kita juga berhasil membuat video di bawah terik panas jam 12 siang, dan kita saling memberi semangat melawan rasa lelah dan haus.
Perjuangan dan kreativitas kita tuangkan pada video kreatif, sampai akhirnya periode kontes berakhir dan kita menunggu pengumuman pemenang. Dari informasi kontes yang saya dapat untuk pemenang juara pertama mendapat notebook, juara kedua mendapat handphone, dan juara ketiga mendapat merchandise dan pulsa ratusan ribu rupiah. Kita semua berharap juara pertama, karena notebook pasti bisa kita pakai untuk edit foto-video dan mengerjakan tugas sekolah. Saat melamunkan itu tiba-tiba teman saya teriak, “Kita juaraa duaa!!”. Saya dan teman-teman sampai terbawa suasana, ikut berteriak sebagai tanda kepuasan dari apa yang telah kita perjuangkan. Walaupun kita tidak mendapat hadiah utama, hadiah handphone merupakan hasil dari kreativitas yang sekaligus membuat kita kompak sebagai kesatuan tim.
Sampai saya kuliah saat ini, memegang hadiah handphone dari kontes video tersebut membuat saya classback. Mengingat kembali masa-masa sekolah bersama teman sekelas, mengingat kembali mimpi-mimpi yang kita perjuangkan untuk dapat meraihnya. Sekarang saya sedang menyelesaikan studi bidang ilmu komunikasi untuk fokus pada periklanan, membuat kreasi iklan sama seperti apa yang saya lakukan saat sekolah bersama teman-teman!
Ketika kita lelah atau tidak semangat dengan apa yang kita tekuni saat ini, cobalah untuk classback. Mengingat kembali pengalaman tak terlupakan di sekolah membuat kita sadar bahwa pengalaman di masa tersebut yang membawa kita sampai saat ini. Jika kita berhenti, siapa yang akan melanjutkan perjuangan kita? Ayo lanjutkan perjuangan kita di masa lalu untuk meraih impian masa depan!

Kamis, 04 Desember 2014

Enaknya Kebangetan . . .

Dijilat-jilat, sambil digigit pelan-pelan, rasanya nikmat banget. Uuugh. . . bahkan sampai muncrat. Iya, ngegigit lunpia nya sampai muncrat karena isinya yang penuh dengan rebung, telur, udang dan ayam. Nikmat!

Lunpia adalah makanan khas Semarang yang WAJIB hukumnya untuk dibawa sebagai oleh-oleh untuk temen, keluarga di rumah, atau orang tua pacar (kalau kamu masih "berharap" hubunganmu direstui). 

Lunpia memiliki perpaduan citarasa Tionghoa dan Indonesia, karena kabarnya pertama dibuat oleh seorang keturunan Tionghoa yang menikah dan Indonesia yang menetap di Semarang. Nggak bisa ngebayangin deh waktu mereka bikin lunpia berdua, romantis-romantis ala film Hollywood pasti. 

Tapi. . . .

Bayangin kalau mereka tidak bertemu satu sama lain. Bayangkan saat mereka akan bertemu tapi badai memisahkan mereka! Bayangkan kalau ternyata salah satu rumah dari mereka jaaaauuh, ada di luar planet bumi (baca: Bekasi) . Atau bayangin burung merpati pos mereka mati karena menenggak minuman oplosan sehingga mereka nggak bisa memberi kabar lewat surat. 
Kalau itu terjadi dan mereka tidak bersatu, M E N G E R I K A N !! Tidak akan ada lunpia diantara kita!

Lunpia tidak sekedar makanan khas Semarang, tapi Loenpia Warisan Dunia lho! 2014 ini UNESCO menetapkan lunpia sebagai warisan dunia, yang artinya sangat berharga karena memiliki esensi dari daerah lokal kita. Kereeen beeuh!

Eniwei, daritadi udah cerita sampe air liur muncrat ke monitor gini udah pada nyobain lunpia belum nih? Warisan dunia gini belum nyobain?! Ckckckck. . . Banyak toko yang jual lunpia tuuh, tapi jangan gegabah belinya. Yang paling pasti rasa dan harganya cuma di Pusat Oleh-Oleh Djoe , di Jl. Pandanaran no.51 Semarang. Pokoknya sampai di Pandanaran kamu langsung tanya Pusat Oleh-Oleh Djoe di mana, pasti semua orang udah pada tau. Ayo cintai lunpia, sebagai warisan dunia :) 

Minggu, 09 Juni 2013

CARAKA: FESTIVAL KREATIF MAHASISWA DI INDONESIA



Mahasiswa memiliki antusiasme, spirit, dan kreatifitas. Ketiga elemen tesebut juga  memunculkan ide sebuah festival kreatif mahasiswa di Indonesia dengan nama CARAKA.

            Munculnya CarakaFestival Kreatif berawal dari ide Playon Kreadtiv yang berkeinginan membuat festival yang menjadi tempat menyalurkan kreatifitas mahasiswa di Indonesia. Caraka muncul pertama kali pada Juni 2009, digawangi oleh HMJ Ilmu Komunikasi FISIP UNDIP, Playon Kreadtiv, & DKV Universitas Katolik Soegijapranata. Dan Caraka sebagai festival kreatif yang turut memajukan periklanan kreatif di kota Semarang dan Indonesia tentu saja didukung penuh oleh PPPI (Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia) Pengda Jateng.  Diadakannya Caraka bertujuan untuk mempersiapkan peserta dalam industri periklanan, sehingga peserta bisa membuat karya sesuai brief dan bahkan dinilai oleh juri yang kompeten.  

            Sejak 2009 sampai sekarang Caraka sudah dilaksakan sebanyak 4 kali, dan memberikan impact yang cukup besar di Indonesia. Caraka mampu membuat seluruh mahasiswa di Indonesia membuktikan kreatifitas dalam kontes periklanan kreatif yang diadakan. Ini terbukti dari entry yang masuk, dengan jumlah kurang lebih 500 entry di tahun 2012.

            Caraka adalah salah satu festival yang membuktikan bahwa mahasiswa di Indonesia adalah mahasiswa kreatif yang mampu membuat karya yang juga kreatif dan menakjubkan. Dengan diadakannya Caraka, Indonesia menjadi lebih dikenal sebagai negara dengan mahasiswa yang kreatif. Karya-karya peserta tidak hanya menyampaikan sebuah pesan dengan visual saja, tetapi dapat menyampaikan makna dari sebuah iklan yang dikemas secara kreatif. Ya, Caraka mampu menunjukkan bahwa INDONESIA KREATIF, sampai jumpa di Caraka 2013 !!




Workshop Caraka pada 2010. Terbagi menjadi 4 kelas yakni fotografi, strategic planning, radio advertising, dan desain grafis

Awarding Nite CarakaFest 2010 yang diadakan di Hotel Gumaya

"BEBAS SAAT BEKERJA" karya Aditya Dony Suryawan mendapat peringkat Silver pada CarakaFest 2010

"TRANS IT" karya Theo Cahya Andika menjadi finalis pada CarakaFest 2012

Minggu, 02 Juni 2013

[FOTO] HELLO MARKET SOLO

Hello Market Solo dihadiri beberapa tenant dari Solo dan luar kota

DJ perform saat acara membuat acara semakin seru

Pengunjung ramai dan antusias 

Terdapat stand komunitas di acara yang dapat dikunjungi

Pengunjung dapat menikmati makanan dan minuman dari stand & booth

Puncak acara pada hari Sabtu, 1 Juni 2013 adalah anniversary acara yang juga dihadiri Sonia Eryka (Fashion Blogger)

Jumat, 31 Mei 2013

[FOTO] CHARITY FEST 2013

Pengunjung menikmati pameran foto Charity Fest 2013

Pembawa acara yang membawa suasana acara menjadi komunikatif

Bapak Ciptono selaku Kepala Sekolah Luar Biasa Negeri Semarang bercerita mengenai keistimewaan yang dimiliki anak-anak berkebutuhan khusus

Partisipan acara yang berkebutuhan khusus menunjukkan kepiawaiannya dalam bidang fotografi

Penampilan pantomim dari partisipan menarik pengunjung untuk menonton

Keterampilan dalam berkarya membuat pengunjung kagum pada partisipan acara berkebutuhan khusus

Partisipan acara dan panitia melakukan foto bersama di puncak acara